Bipolar Itu Apa Sih? Yuk, Kita Cari Tahu

Mungkin masih banyak di antara masyarakat kita yang belum terlalu familiar dengan istilah bipolar. Bipolar disorder atau gangguan bipolar ini merupakan sebuah kondisi, dimana seseorang akan mengalami perubahan suasana hati  yang ekstrim. Dengan kata lain, si penderita bipolar disorder kerap memiliki kepribadian ganda. Tentu saja kondisi tersebut bisa membuat rutinitas sehari-hari menjadi terganggu. 

Menurut kabar yang beredar, ciri utama dari penderita bipolar ini ditandai dengan adanya perubahan suasana yang ekstrim, mulai dari tinggi ke rendah, dan sebaliknya dari rendah ke tinggi. Sederhananya, si penderita bipolar bisa mengalami kesedihan yang mendalam (episode depresi) dan mendadak menjadi gembira (episode mania). Bahkan, perubahan suasana hatinya akan bercampur sehingga ia akan merasa sedih dan bahagia dalam waktu yang bersamaan. 

Akan tetapi, banyak orang yang beranggapan bahwa ciri-ciri dari masalah bipolar itu sama dengan stress atau depresi biasa. Padahal, gejala dari penyakit bipolar ini bisa menjurus ke arah yang lebih berbahaya lho! Ya, ketika si penderita bipolar sudah memasuki episode depresi, maka ia akan sering memikirkan hal-hal yang berbau kematian hingga ingin melakukan bunuh diri. 

Ciri-ciri dari bipolar itu sendiri cukup bervariasi, dimana setiap penderitanya memiliki gejala yang berbeda. Banyak dari ciri atau gejala tersbebut juga bisa dikarenakan oleh fakor lain, yang membuat kondisinya sulit untuk di diagnosis. Gangguan bipolar mungkin akan susah di diagnosis, namun ada beberapa gejala yang bisa di deteksi sejak dini. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai gejala dari bipolar, mending kita simak saja langsung ulasan di bawah ini. 

Gejala Penyakit Bipolar

1. Gejala Bipolar Pada Episode Mania

 Episode mania alias manic merupakan sebuah periode yang terjadi dalam waktu 1 minggu, dimana si penderita bipolar akan merasa sangat bersemangat yang berapi-api. Namun, ia mudah tersinggung sehingga sering melakukan tindakan yang agresif ketika marah. Bahkan ia juga akan memiliki energy yang lebih dari biasanya, yang seolah-olah tidak butuh waktu istirahat. Adapun mengenai gejala-gejala yang dialaminya seperti:

* Merasa sangat bahagia dalam jangka waktu yang lama
* Merasa seakan-akan tidak butuh tidur
* Berbicara dengan cepat karena piklirannya pun bergerak dengan cepat
* Tidak bisa diam pada satu tempat dan impulsive
* Sangat mudah terdistraksi
* Selalu menilai kemampuan diri sendiri secara berlebihan (overconfidence)
* Sudah mulai melakukan hal-hal yang bersifat negatif seperti melakukan pemborosan, judi, melakukan hubungan seks dengan tidak aman, dan berbelanja barang-barang yang tidak dibutuhkan.
* Sifat agresif dan mudah tersinggung
* Selalu menyalahkan orang lain
* Sering memicu konflik bahkan hingga gelap mata
* Pikiran yang cepat berubah. 

2. Gejala Bipolar Pada Episode Depresi

Berbeda dengan episode mania, dimana pada episode depresi ini si penderitanya terkesan murung dan tidak bersemangat untuk menjalani aktivitas hari-hari. Mengenai beberapa gejalanya seperti dibawah ini:

* Akan merasa sedih dan tidak memiliki harapan hidup dalam jangka waktu yang lama
* Menarik diri dari teman dan keluarga
* Tidak akan tertarik lagi pada hal-hal yang sebelumnya dianggap menyenangkan
* Perubahan pada selera makan (bisa jarang makan atau bahkan lebih bernafsu untuk makan)
* Merasa sangat lelah dan tidak mempunyai energy
* Daya ingat dan konsentrasi menurun, serta tidak memiliki kemampuan untuk memutuskan sesuatu
* sering memikirkan hal-hal yang berbau kematian, bahkan hingga ingin melakukan bunuh diri.

3. Gejala Bipolar Tipe I

Bentuk klasik pada gangguan bipolar tipe I ini akan mengalami perubahan suasana hati secara ekstrim, yang terkadang perilakunya diluar kendali. Pada intinya, gejala bipolar tipe I ini tidak berbeda jauh dengan gejala yang ada di episode mania. Namun, terkadang ia juga akan mengalami episode depresi, tapi tidak memerlukan untuk membuat diagnosis bipolar I. 

4. Gejala Bipolar Tipe II

Menurut kabar yang beredar, tipe bipolar II lebih umum ketimbang tipe bipolar I. Kondisi ini juga sering melibatkan gejala depresi, namun tidak separah pada bipolar tipe I. Kendati demikian, si penderita bipolar II lebih sulit dalam memahami dirinya sendiri, sehingga ia akan selalu bergantung pada orang-orang terdekatnya mulai dari keluarga, kerabat, maupun sahabat. Biasanya si penderita bipolar II memiliki penyakit mental lain yang terjadi bersamaan dengan suasana cemas berlebih, serta gangguan karena penggunaan obat-obatan terlarang. 

5. Tipe Bipolar Yang Jarang Terjadi

Terdapat dua jenis bipolar yang jarang terjadi, yakni gangguan siklotimik serta pergeseran yang mirip dengan tipe bipolar I dan II. Namun, perubahan suasana tersebut sering kurang dramatis. Pasalnya, si penderita gangguan siklotimik ini masih bisa menjalankan perilaku normal tanpa obat. Namun jika terus dibiarkan, maka ia akan mengarah pada bipolar tipe I dan II. 

6. Penyebab Gangguan Bipolar Disorder

* Kondisi Otak
Otak akan melewati berbagai perubahan fisik yang bisa mempengaruhi tingkat bahan kimia otak (neurotransmitter) yang ada di dalamnya. Sederhananya, transmiter tersebut merupakan zat-zat yang dapat mempengaruhi mood pada seseorang. 

* Keturunan (Genetik)
Jika ada orangtua maupun anggota keluarganya yang menderita gangguan bipolar, maka kemungkinan anaknya juga berpeluang besar mengidap gangguan yang sama.  

* Pengaruh Lingkungan Sosial
Masalah gangguan bipolar disorder bisa jadi disebabkan oleh pengaruh lingkungan sosial. Pada umumnya faktor-faktor tersebut berupa perasaan stress terhadap suatu kejadian trauma di masa kecil, rendahnya rasa percaya diri, hingga mengalami suatu kehilangan yang tragis. 

7.Faktor Yang Menjadi Risiko Terkena Gangguan Bipolar Disorder?

* Periode stress yang tinggi
* Konsumsi alcohol hingga obat-obatan terlarang
* Memiliki anggota keluarga penderita bipolar disorder maupun gangguan mental lainnya
* Mengalami sebuah peristiwa kehilangan yang terjadi secara tiba-tiba, seperti kehilangan harta, kematian orang yang dicintai, dan lain sebagainya. 

8.Pengobatan Pada Penderita Bipolar Disorder

* Terapi Obat
Penderita akan diberikan resep obat dokter untuk menstabilkan suasana hatinya, agar dapat meminimalisir atau mencegah pada fase depresi yang menjurus pada tindakan bunuh diri. Jenis obat-obatan yang akan diberikan dokter itu terdiri dari antidepresan, penstabil mood, antipsikotik, hingga obat anti stress. 

* Konseling
Ada kemungkinan si penderita bipolar disorder perlu melakukan konseling untuk mengkosultasikan kondisinya, serta mencari cara untuk melewati setiap fase emosi yang dialami. 

* Mencegah Penyalahgunaan Obat-obatan Terlarang 
Semakin ketergantungan pada obat-obatan terlarang, maka gangguan bipolar disorder ini akan akan semakin sulit disembuhkan. 

* Perawatan Ke Rumah Sakit
Ketika kondisi si penderita sudah semakin parah dan membahayakan, sudah menjadi kewajiban bagi orang-orang terdekatnya untuk membawa si penderita ke rumah sakit. 

Demikianlah ulasan singkat seputar pengertian gejala dan penyebab dari penyakit bipolar. Nah, jika kamu merasa memiliki gejala-gejala yang seperti diatas tadi, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter atau psikiater.  

Baca Juga : KENALI GEJALA, PENYEBAB, DAN CARA MENGOBATI BIPOLAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *