2.500 Petugas Gabungan Polri dan TNI Siap Amankan Gelaran Asian Games 2018 Mendatang

Pada tanggal 18 Agustus sampai 2 September 2018 nanti, Jakarta dan Palembang akan menjadi jujugan para atlet dan juga suporter dari berbagai negara di Asia karena digelarnya Asian Games 2018 di dua kota tersebut. Pihak kepolisian juga telah siap mengamankan jalannya pesta olahraga terbesar se-Asia itu nantinya.

Ternyata, tak hanya di ajang Asian Games 2018 saja, pada saat digelarnya Asian Para Games 2018 yang digelar dari tanggal 8 sampai 16 Oktober 2018 mendatang, kembali pihak kepolisian akan bekerja ekstra keras untuk dapat mewujudkan keamanan dan kenyamanan saat digelarnya acara itu.

Tentunya akan menjadi beberapa bulan yang cukup melelahkan bagi Polri karena ada 3 momen berbeda dalam jangka waktu yang berdekatan, yaitu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serempak yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018, Asian Games dan kemudian Asian Para Games. Belum lagi pada tahun depannya, bakal ada Pemilihan Presiden yang tak kalah menghebohkannya.

Walaupun begitu, pihak Polri mengatu sudah siap dan akan memberikan yang terbaik agar semua agenda dapat terselenggara secara sukses dan lancar, termasuk di gelaran Asian Para Games 2018 mendatang. Hal tersebut seperti yang diungkapkan langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Dalam pernyataannya, Raden mengatakan bahwa Polri sudah menyiapkan skema dan segala hal untuk mengamankan turnamen dari awal sampai akhir. Tidak hanya itu saja, kata Raden, Polri juga akan mendapatkan bantuan dari TNI.

Polri-dan-TNI-Amankan-Gelaran-Asian-Games-2018

“Ada 2.500 personel yang kami turunkan untuk pengamanan Asian Para Games ini. Itu dari TNI Polri,” jelas Raden.
Raden juga berharap agar nantinya saat digelarnya 2 ajang internasional tersebut, warga Jakarta pada khususnya dapat memanfaatkannya untuk dijadikan ajang promosi daerah atau Indonesia secara menyeluruh. Jika berhasil, maka akan ada banyak wisatawan luar negeri yang akan berkunjung ke Indonesia atau Jakarta dan Palembang pada khususnya. Bahkan tidak menutup kemungkinkan juga akan ada banyak investor yang mau menanamkan modalnya ke Tanah Air.

“Nanti diharapkan masyarakat bisa menerima ini dan menjadi tuan rumah yang baik. Jadi contoh yang baik, nanti luar negeri melihat, Indonesia aman, lancar dan banyak investasi ke Indonesia,” lanjutnya.

Ketika ditanya mengenai bagaimana pengaturan lalu lintas yang mana dalam beberapa minggu lalu masih menjadi polemik karena belum ditemukan solusi tepatnya, Raden mengatakan bahwa akan ada pengaturan khusus ketika Asian Games 2018 digelar, namun untuk Asian Para Games 2018, pengaturan lalu lintasnya dilakukan secara situasional saja.

“Pengaturan lalin itu situasional saja kalau Para Games ya. Beda dengan penyelenggraan Asian Games,” katanya.

Dan pada hari Sabtu (23/6) kemarin, telah dilakukan latihan dan simulasi pengamanan Asian Para Games 2018 yang mana mengambil tempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat. Dalam ajang simulasi tersebut, pasukan keamanan gabungan dari Polri dan TNI bahu membahu melakukan latihan pengamanan ajang internasional tersebut.

“Hari ini (23/6) ada pelatihan simulasi Para Games. Intinya bahwa Kepolisian dibantu dengan TNI dan dari Pemprov untuk mengamankan event ini. Karena event ini internasional, membawa nama bangsa yang harus kita amankan,” ujar Raden.

Sebagai catatan, walaupun tidak seheboh Asian Games 2018, nantinya Asian Para Games 2018 akan diikuti lebih dari 4.000 atlet dari 43 negara Asia yang sudah menyatakan diri untuk ikut serta.

Baca Juga : Luis Milla dan Timnas Indonesia dapat Target Berat di Asian Games 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *