Benarkah Piala Dunia 2018 Berikan Nasib Buruk pada Argentina?

Berbicara soal Piala Dunia 2018, Argentina merupakan salah satu tim nasional yang punya catatan cukup apik di Piala Dunia. Dari 20 kali Piala Dunia yang diadakan sejak tahun 1930, Argentina tercatat 16 kali ikut, 3 kali mengundurkan diri, dan 1 kali tidak lolos babak kualifikasi. Mereka juga hampir selalu masuk babak perempat final dan pernah 2 kali jadi juara dunia di tahun 1978 dan 1986.

Di Piala Dunia 2018 ini, Argentina memiliki asa untuk kembali mendatangkan trofi Piala Dunia. Sayangnya, nasib buruk seolah menggelayuti tim nasional Argentina. Mereka saat ini berada di dasar klasemen Grup E dan masih harus ditambah dengan saksi denda dari FIFA sebesar 105 ribu USD atau sekitar Rp 1,5 miliar.

Hal tersebut dikarenakan aksi para suporter Argentina yang dianggap tidak terpuji, dengan menyanyikan lagu yang berisi tema homophobia dan juga penuh cacian dalam laga melawan Kroasia.

Selain itu, ada beberapa suporter Argentina yang terbukti melakukan kekerasan berupa pemukulan dan pelemparan terhadap suporter Kroasia. Mereka ingin meluapkan kekesalannya karena dikalahkan dengan telak, 0-3.

Kondisi itu diperburuk dengan kemungkinan harus tersingkirnya Argentina jika tidak bisa mengalahkan Nigeria di pertemuan berikutnya. Itulah yang membuat para suporter Argentina merasa kesal dan melakukan tindakan anarkis.

Argentina-bernasib-buruk

Baca Juga : Saat Piala Dunia 2018, Suporter Jepang Bersihkan Sampah di Stadion

Selain gara-gara suporternya, para pengamat menilai penampilan buruk tim nasional Argentina dikarenakan beberapa hal. Yang pertama adalah ketidakmampuan Lionel Messi dalam mengalahkan dirinya sendiri. Ya, Messi memang menjadi pemain paling diandalkan di tim nasional Argentina.

Namun tekanan yang diterimanya terlalu besar, diiringi dengan tanggung jawab yang tak kalah besar pula. Jadi saat ia tak berhasil menjebol gawang Islandia melalui tendangan penalti, kepercayaan dirinya langsung runtuh. Messi pun kesulitan bangkit di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Hal berikutnya yang membuat tim nasional Argentina hancur adalah keputusan kurang tepat dari sang pelatih, Jorge Sampaoli. Pelatih satu ini sering kali terbawa emosi dan membuat keputusan tanpi pikir panjang, misalnya saja saat ia memasukkan Pavon dan kemudian menyuruh Dybala duduk di bangku cadangan. Pavon ternyata tampil jauh lebih buruh dari Dybala dan membuat tim nasional Argentina mengalami kekalahan.

Orang selanjutnya yang patut disalahkan atas nasib buruk Argentina adalah Sergio Aguero. Aguero memang memiliki peran sentral dalam pertandingan awal, namun saat berhadapan dengan Kroasia, Aguero justru tampil melempem. Ia sering sekali melakukan kesalahan yang membuat lawan dengan mudah mengambil peluang.

Tak terhitung berapa banyak peluang yang dimiliki tim nasional Kroasia gara-gara kesalahan sepele yang dibuat Aguero. Sedangkan nama lain yang patut disalahkan dari penampilan payah Argentina adalah Enzo Perez.

Pesepakbola berusia 32 tahun ini sama sekali tidak diunggulkan untuk masuk ke starting line up. Namun alangkah terkejutnya publik saat melihat ada nama Perez di sana. Seperti dugaan, ia pun sama sekali tidak bisa memberikan kontribusi bagi tim.

Sebaliknya, Perez justru membuat Argentina terlihat seperti tim nasional yang sedang menghancurkan dirinya sendiri.

Baca Juga : Piala Dunia 2018 Hampir Renggut Nyawa Seorang Suporter Bola di Tiongkok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *