Eric Cantona: Neymar Jr Itu Pemain Penuh Drama dan Berair Mata Buaya

Sejak Neymar Jr memutuskan hengkang dari Barcelona menuju Paris Saint-Germain secara kontroversial pada bulan Agustus 2017 kemarin, mantan penggawa Manchester United, Sir Alex Cantona terus-terusan memberikan kritikan kepada bomber Timnas Brasil tersebut.

Pada saat Neymar Jr membubuhkan tanda tangannya di kontrak baru di Paris Saint-Germain, Cantona langsung berkomentar pedas dan mempertanyakan maksud pesepakbola muda tersebut.

Bahkan Cantona memberikan kritikan kepada Neymar Jr bahwa dia datang ke Prancis untuk bermain di level yang bukan semestinya, maka dari itu, dia dapat dengan mudah populer. Lain halnya jika dia tetap bertahan di Barcelona dengan persaingan yang keras dan ketat di La Liga Spanyol.

“Ketika Anda masih berusia 25 tahun dan bermain untuk (Timnas) Brasil dan Barcelona, Anda akan berada pada level yang sepantasnya, tapi kenapa justru dia (Neymar) datang Prancis? Untuk melawan Guingamp atau Amiens?

Jika alasannya adalah untuk menjadi pemenang Liga Champions, maka itu adalah alasan konyol. Dan tentunya, hal seperti itu bukanlah visi dan misi saya dalam bermain sepakbola,” ucap Cantona mengomentari kepindahan Neymar dari Barcelona ke Paris Saint-Germain dulu.

Dan ketika ajang Piala Dunia 2018 di Rusia resmi dibuka, Cantona kembali memberikan sindiran berbau ejekan kepada penyerang Timnas Brasil tersebut. Memang pada saat tampil di Piala Dunia 2018 ini, Neymar datang dengan tatanan rambut baru yang menurut Cantona mirip spaghetti.

Neymar-Jr

Tatanan rambut baru Neymar bergaya gabungan antara spike dengan jambul keriting dan panjang pada bagian depannya dan diwarna blonde.

Bahkan Cantona juga meletakkan tumpukan spaghetti di kepalanya dan memperlihatkan foto Neymar dengan gaya rambut blonde kritingnya itu. Kemudian, Cantona tidak segan mengunggah fotonya dengan rambut wig spaghetti tersebut di akun Instagram pribadinya dengan caption, “Neymar style … spaghetti al dente!”

Ternyata tidak berhenti di situ saja, pada saat Timnas Brasil berhasil menang melawan Costa Rika untuk memperebutkan tiket menuju babak selanjutnya, Cantona kembali memberikan kritikan pedas untuk Neymar. Menurut Cantona, Neymar adalah pemain drama dengan air mata buaya.

Jika pada kritikan keduanya menggunakan foto dirinya sendiri, kali ini Cantona menggunakan foto salah satu legenda Timnas Brasil, Socrates yang menjadi pemain top dari negara tersebut pada saat perhelatan Piala Dunia 1983 dan 1986.

Dalam captionnya, Cantona menuliskan, “Tidak ada kecurangan, tidak ada air mata buaya, tidak ada nersisme, mari kita mencintai Brasil seperti yang memang harus kita lakukan.”

Memang tidak ada nama Neymar dalam caption dan unggahannya yang terbaru itu, namun secara umum Cantona menujukan postingannya itu untuk Neymar yang dianggapnya terlalu drama.

Pada saat Timnas Brasil bertanding melawan Costa Rica, Neymar terlihat sangat ingin mendapatkan tendangan penalti dengan sering kali berpura-pura jatuh di area kotak penalti sampai dengan menangis sesenggukan setelah pertandingan berakhir dan Brasil meraih tiket menuju babak selanjutnya. Hal itu menurut Brasil adalah air mata kepura-puraan yang sengaja dibuat Neymar agar mendapatkan sorotan dari media.

Sampai sekarang ini, mulai dari kritikan Cantona yang pertama, kedua dan ketiga, Neymar tidak juga memberikan tanggapan atau jawaban. Bahkan Neymar terkesan acuh akan pandangan negatif Cantona terhadapnya itu.

Baca Juga : Dibalik Ketenarannya, Romelu Lukaku Pernah Hidup Menderita Saat Kecil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *