Soroti Penahanan Wartawan Reuters, Paus Fransiskus Minta Dunia Beri Kebebasan Pada Wartawan

Kebebasan mencari dan mengabarkan sebuah berita merupakan hak setiap wartawan, menurut pemimpin tertinggi agama Katolik, Paus Fransiskus. Ia mengatakan hal ini terkait dengan ditahannya 2 wartawan dari Reuters oleh pemerintah Myanmar sejak akhir tahun 2017 lalu hingga saat ini.

Paul Fransiskus sendiri sempat datang ke penampungan korban konflik Rohingya di Myanmar pada bulan November 2017 lalu.

Meski demikian, pesan Paus Fransiskus tersebut disampaikannya secara bias, tanpa menyebut nama sebuah negara. Paus Fransiskus hanya mengungkapkan bahwa setiap wartawan memiliki kebebasan untuk menyiarkan sebuah berita, tak peduli tentang apapun itu.

“Kebebasan menyebarkan informasi yang benar merupakan kebebasan yang harus dilindungi, bukan hanya soal Rohingya,” kata Paus Fransiskus.

Namun Paus Fransiskus menyayangkan karena ada beberapa pihak yang tidak ingin kebenaran disuarakan.

“Namun ada negara yang tak ingin hal itu terjadi, mereka membungkam media dan kebebasan pers. Kita harus berjuang untuk kebebasan pers,” ungkap Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus juga mempertanyakan alasan penahanan kedua wartawan tersebut, apakah benar karena kasus kriminal atau bukan. Jika memang tidak, maka penahanan harus segera dihentikan.

“Saya ingin dunia mengetahui alasan mereka ditahan yang sebenarnya, apakah mereka terbukti melakukan tindak kriminal atau tidak. Situasi ini perlu dijernihkan,” tutur Paus Fransiskus.

Paus-Fransiskus

Reporter Reuters yang ditahan di Myanmar adalah Kyaw Soe Oo dan Wa Lone. Terhitung sudah 6 bulan mereka berada dalam tahanan dan terancam hukuman 14 tahun penjara karena dianggap bersalah dalam menyebarkan berita mengenai Rohingya. Saat itu, kedua wartawan tersebut mengulah pembunuhan pria dan anak-anak muslim yang terjadi di daerah bernama Rakhine.

Mendegar komentar Paus Fransiskus mengenai penahanan kedua wartawan tersebut, juru bicara pemerintah Myanmar, Zay Htay, angkat bicara. Menurutnya, Myanmar berhak melakukan proses peradilan sesuai dengan hukum yang ada di sana. Namun ia berjanji jika memang kedua wartawan tersebut tidak terukti melakukan pelanggaran, maka mereka akan dibebaskan.

“Saat ini kasusnya masih berjalan. Jika mereka terbukti bersalah maka dibebaskan dan sebaliknya. Pemerintah tak bisa melakukan intervensi kepada penegak hukum yang sedang melakukan tugasnya,” tutur Zay.

Di luar kasus penahanan wartawan tersebut, Paus Fransiskus sempat mengusyaratkan untuk pensiun dalam waktu dekat. Saat melakukan khotbah, Paus Fransiskus membahas mengenai surat Santo Paulus mengenai seorang imam yang diharapkan mundur saat waktunya telah tepat.

Imam tersebut juga dianjurkan untuk menyerahkan jemaatnya kepada iman yang lain sebagai penerusnya.

“Ketika saya membacanya, saya berpikir tentang diri saya karena saya seorang imam. Pastinya, ada waktunya bagi saya untuk mundur,” demikian ujar Paus Fransiskus.

Selain masalah usia yang sudah 81 tahun, Paus Fransiskus juga percaya jika menjadi seorang imam bukanlah sebuah karier yang perlu ditingkatkan. Seba menurutnya, imam adalah gembala yang harus menyerahkan jemaat pada gembala lain.

Paus Fransiskus juga pernah berujar jika ia tidak berniat untuk menjadi imam hingga ajal menjemputnya, sehingga tersirat keinginannya untuk pensiun sebelum wafat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *